Dalam menjalankan suatu bisnis tidak selamanya mengalami kemudahan dalam mengembangkan perusahaan belum terlebih lagi persaingan bisnis yang sudah semakin sulit. Hal tersebut membuktikan bahwa berbisnis harus mempunyai strategi dengan menggunakan teknologi serta apapun perkembangan yang ada di era globalisasi saat ini.
Ada 4 Jenis Alih Teknologi Komunikasi, yaitu :
1. FDI
(Foreign Direct Investment) atau investasi langsung luar negeri
Definisi dari Foreign Direct Investment (Investasi asing
langsung) merupakan penanaman modal pada perusahaan suatu Negara yang
berdiri dan memperluas perusahaannya tersebut di Negara lain dengan cara
penanaman modal.
Ternyata FDI ini memberikan
manfaat ekonomi bagi lokasi Negara atau tuan rumah yang ditempati perusahaan tersebut, manfaat
itu berupa meningkatkan dan memperbanyak lapangan pekerjaan, peningkatan
pendapatan, dampak menguntungkan untuk investasi lokal, alih teknologi,
membaiknya keterampilan buruh, meningkatnya ekspor, meningkatkan kebersaingan
internasional dari perusahaan –perusahaan lokal dan meningkatnya persaingan
domestik.
Contoh Perusahaan Foreign Direct
Investment, yaitu:
- Misalnya
Perusahaan Toyota dari Jepang berinvestasi untuk membangun manufaktur automotif
di Indonesia,
Adapun Keuntungan
dari Foreign Direct Investment itu sendiri, yaitu :
- Di
sisi Investor (misal Toyota Jepang), akan mendapatkan Pasar dan local knowledge
dari Indonesia. Juga untuk mendiversifikasi risiko bisnis nya supaya tidak
terfokus di satu negara.
- Di
sisi Perusahaan yang menerima FDI (misal Astra Indonesia), akan mendapat
transfer knowledge berupa teknologi terbaru, dapat mempercepat ekspansi
bisnisnya dan efisiensi dari sisi operasional.
- Dari
sisi Negara (misal Indonesia), mendapat keuntungan dari tambahan pajak yang
akan disetor dari Perusahaan, penyerapan tenaga kerja baru yang akan berdampak
pada pertumbuhan ekonomi.
2. JV
(Joint Ventures) atau usaha patungan
Definisi dari JV (Join Ventures) atau usaha patungan
ini merupakan dua pihak atau lebih yang saling bekerjasama dalam bisnis
menjalankan aktivitas ekonomi bersama. Join Ventures ini bisa dibentuk dalam
projek khusus kemudian setelah selesai lalu dibubarkan dan bisa juga dibentuk
dalam projek yang berkelanjutan.
Adapun Tujuan dari JV (Joint
Ventures) pelaksanaan modal ini, yaitu :
- Memperoleh
data perkembangan realisasi penanaman modal dan informasi masalah dan hambatan
yang dihadapi oleh perusahaan.
- Melakukan
bimbingan dan fasilitasi penyelesaian masalah dan hambatan yang dihadapi oleh
perusahaan
- Melakukan
pengawasan pelaksanaan ketentuan penanaman modal dan penggunaan fasilitas
fiskal serta melakukan tindak lanjut atas penyimpangan yang dilakukan oleh
perusahaan.
Contoh Perusahaan Joint
Ventures di Indonesia, yaitu :
-
Perusahaan
asal China, Fosun International Limited, membentuk joint venture dengan PT
Gunung Gahapi, anak usaha PT Gunung Garuda produsen baja nasional, untuk
membangun pabrik pengolahan baja slab billet senilai US$ 200 juta di Medan,
Sumatera Utara.
- PT
Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk sepakat untuk
menandatangani perjanjian pemegang saham pembentukan Joint Venture Company FSRT (Floating Storage and Regasification Terminal) gas alam cair (LNG) Jawa Barat.
3. Licensing
Agreements
Definisi Licensing Agreements itu
merupakan sebuah transaksi kontraktual antara perusahaan yang menawarkan
beberapa kepemilikan aset kepada sebuah perusahaan asing yang menukarnya dengan
royalti atau fee. Contoh aset yang di tawarkan ialah berupa merk dagang,
keahlian teknologi, proses produksi dan hak paten.
Contohnya Perusahaan Licensing
Agreements ialah :
- Perusahaan
kaos “Jogger” di Bali yang membayar lisensi kepada majalah playboy sebab
terdapat simbol playboy pada kaos yang di produksi “Jogger”.
- Perusahaan
Nintendo yang memproduksi video game me-
license perusahaan di seluruh dunia untuk mendesain, dan memperoduksi games
yang digunakan di game console- nya.
- Walt
Disney Company mungkin akan mengizinkan suatu produsen pakaian Jerman
memasarkan piyama anak-anak yang di bordir dengan wajah senyum Mickey Mouse
dengan mendapatkan suatu persentase penjualan perusahaan tersebut.
4. Turnkey
Project
Definisi dari Turnkey project yaitu sebuah kontrak
dimana satu perusahaan setuju untuk secara penuh mendesain, menginstruksi, dan
meng-equip fasilitas dan memberikan kembali project tersebut kepada pembeli
saat sudah siap untuk dioperasikan.
Turnkey
project dapat
dilihat dari kontraktor yang melakukan kegiatan antar negara, kemudian
merancang dan mendirikan pabrik di bidang tertentu, kontraktor itu juga memasok
teknologi serta bahan baku yang diperlukan untuk produksinya.
Intinya turnkey project ini
menjual produk asli dari home country dan hanya mencari pelanggan di pasar yang
baru.
Keuntungan dari penggunaan
Turnkey Project terhadap perusahaan, antara lain:
- Manajemen
proyek mendapatkan kepastian penyelesaian sesuai waktu, biaya dan kualitas yang
diinginkan
- Mendapatkan
Quality of service (Qos) yang tinggi tingkat kerja para pekerja yang tinggi
- Mendapatkan
staf pekerja yang memiliki keahlian sebagai teknisi sangat tinggi pada sumber
dayanya
-
Memiliki
sumber daya yang terlatih secara berkelanjutan sesuai perkembangan teknologi
- Memiliki
kestabilan dalam jumlah dan kerjasama keuangan
Contoh
Perusaan Turnkey Project, yaitu :
-
Perusahaan
Philips yang membuat lampu berbasis teknologi LED (light emitting diode)
insudtri perhotelan agar digunakan di seluruh Indonesia. Target dari Turnkey Project and Services
adalah “Baik hotel yang baru akan dibangun maupun hotel yang sudah ada. Solusi
ini menjadikan bangunan lebih ramah lingkungan dengan biaya yang lebih murah
melalui pembiayaan dan manajemen proyek yang lebih mudah,”
- Perusahaan Texas-New
Power Meksiko Fort Worth, Texas, yang akan memanfaatkan operasi turnkey pada Sebuah
pembangkit listrik 150-MW diusulkan pada tahun 1985
Sumber :
Semoga Bermanfaat...
TEKNOLOGI DI MASA DEPAN